News Updates

Program Studi Seni Rupa sebagai unit pelaksana akademik pada Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua mempunyai tugas melaksanakan pendidikan akademik, vokasi, dan/atau professional dalam sebagian atau satu cabang seni dan budaya tertentu. Program Studi Seni Rupa Murni dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu seorang sekretaris. Ketua dan sekretaris Program Studi Seni Rupa Murni dipilih di antara dosen dan diusulkan oleh ketua jurusan kepada rektor .Ketua dan sekretaris Program Studi Seni Rupa Murni diangkat dan diberhentikan oleh rektor. Dosen mempunyai tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen pada Program Studi Seni Rupa Murni Seni Rupa Murni Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua terdiri atas dosen tetap dan dosen tidak tetap.Dosen tetap yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap.

Dosen tidak tetap yang bekerja paruh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tidak tetap pada fakultas.Jenis dan jenjang kepangkatan dosen diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Dinamika pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi saat ini memposisikan Program Studi Seni Rupa Murni ISBI Tanah Papua dalam suasana yang semakin kompleks dan kompetitif. Berdasarkan hasil analisis SWOT terhadap issue terkait faktor eksternal dalam pengembangan Program Studi Seni Rupa Murni ISBI Tanah Papua, menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan program pengembangan ISBI Tanah Papua, sebagai berikut:

1. Kekuatan (Strenght)

  • Visi Prodi Seni Murni ISBI Tanah Papua merupakan ‘            turunan’ visi Intitut yakni menjadi “Pusat Pendidikan Seni dan Budaya Indonesiakhususnya Etnik Papua”. Untuk mewujudkannya dibutuhkan 3 pilar; Kearifan Lokal, Pengembangan IPTEK, Kemandirian (interpreneurship).
  • Prodi Seni Murni ISBI Tanah Papua merupakan satu-satunya program studi sejenis di Tanah Papua dan berstatus negeri.
  • Struktur organisasi dan kepemimpinan yang berpengalaman dalam mengembangkan bidang pendidikan seni dan budaya
  • Memiliki jaringan kerja yang luas untuk dimanfaatkan oleh para mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademis maupun non-akademis.
  • Dosen tetap mempunyai pengalaman di bidang industri khususnya Seni Murni
  • Kurikulum Prodi Seni Murni ISBI Tanah Papua terbentuk dari rumusan dan hasil kerjasama Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar
  • ISBI Tanah Papua memiliki unit Penjaminan Mutu (SPMI) dan Lembaga Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM)
  • Ketersediaan anggaran pengelolaan Program Studi Seni Murni yang terakomodir dalam anggaran DIPA/PNBP

2. Kelemahan (Weakness)

  • Prodi Seni Murni ISBI Tanah Papua belum memiliki kampus sendiri dan masih dalam status kampus sementara di Taman Budaya Prov.Papua.
  • Sosialisasi Visi dan Misi Prodi Seni Murni belum terealisasi dengan baik diantara sebagian sivitas akademika
  • Struktur Organisasi Prodi Seni Murni belum lengkap dan terisi sepenuhnya secara formal mengingat keterbatasan SDM.
  • Jumlah mahasiswa yang rentan putus kuliah mengakibatkan tingkat kompetisi relatif rendah.
  • Produktivitas dosen dalam bidang penelitian masih rendah.
  • Ketersediaan dana penelitian masih sangat terbatas.
  • Akses sarana dan prasarana dalam pengembangan kegiatan akademik masih sering mengalami kendala; Jaringan internet di Papua sering terputus akibat kondisi alam.

3. Peluang (Opportunity)

  • Peningkatan pasar dunia yang kompetitif, munculnya zona-zona perdagangan bebas, tumbuhnya perusahan-perusahan multinasional dan aliran informasi, telahmengakibatkan tumbuhnya ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy).
  • Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat pesat sehingga pembelajaran dari teacher centered educationberubah menjadi student centered learning. Oleh karena itu, persaingan untuk memanfaatkan TIK sebagai salah satu nilai utama perguruan tinggi sangat tinggi.
  • Isu global terkait dengan konflik dan perpecahan umat manusia dari beragam ras, budaya, agama harus disikapi dengan baik oleh perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi unity di era globalisasi ini yang telah dituangkan dalam satu pilar pendidikan di abad ke- 21 yaitu learning to live together. Untuk itu, ISBI Tanah Papua telah menetapkan Pola Ilmiah Pokoknya adalah kebudayaan dengan nilai-nilai budaya luhur Tanah Papua yang universal yang terintegrasi dalam kurikulum formal maupun sebagai kurikulum tersembunyi.

 

4.Ancaman.

  • Potensi sumber daya yang dimiliki seperti leadershipdan internal manajemen belum digerakkan secara sistematis
  • Penciptaan suasana akademik belum optimal, sehingga proses yang dilaksanakan belum mampu mencapai tingkat relevansi tinggi sesuai kebutuhan stakeholders dan kondisi eksternal yang dinamis.
  • Semakin banyak perguruan tinggi negeri dan swasta serta perguruan tinggi asing di Indonesia yang tumbuh lebih profesional dan mengembangkan Program Studi Seni Rupa Murni yang kompetitif.

 

Persaingan kerja lulusan yang semakin ketat, terutama pada era global, bukan hanya dengan lulusan dalam negeri, melainkan juga dengan tenaga kerja asing.Sebelum menentukan posisi keunggulan kompetitif dan memilih strategi usahanya, Program Studi seni Rupa Murni ISBI Tanah Papua mengidentifikasi faktor-faktor kritikal yang mempengaruhinya. Identifikasi ini merupakan langkah awal untuk mengetahui kekuatan dan peluang yang ada, kelemahan yang dimiliki, serta potensi ancaman.Untuk dapat tetap bertahan dalam persaingan, maka Program Studi seni Rupa Murni ISBI Tanah Papua harus mampu mengetahui posisi keunggulan kompetitifnya. Program pengembangan Program Studi seni Rupa Murni ISBI Tanah Papua harus mampu menjawab tantangan eksternal dengan menjadikan ISBI Tanah Papua sebagai lembaga yang sehat dan taat

asas (good governence university) melalui pelaksanaan tridharma yang bermutu dan berbudaya, penerapan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk memenuhi kebutuhan stakeholders, serta penginternalisasian perkembangan IPTEK dalam proses pembelajaran. Program Studi seni Rupa Murni ISBI Tanah Papua senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas input, proses, output dan outcome, penyediaan sumber daya manusia, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta pengembangan dan peningkatan jejaring kerjasama, baik nasional dan internasional.

Koordinator Program Studi

Koordinator Program Studi
Akkas, S.Pd., M.Pd.

BANNER

Penerimaan Mahasiswa Baru

BERITA TERPOPULER

POLLING